
Kalau Anda sedang menebak-nebak apakah gejala yang dirasakan adalah tanda hamil atau sekadar PMS, Anda tidak sendirian.
Penelitian ANSIRH dari University of California menemukan bahwa 1 dari 3 perempuan baru mengonfirmasi kehamilannya setelah minggu ke-6 karena gejala awalnya memang mudah disalahartikan.
Itulah mengapa mengenali ciri-ciri hamil muda sedini mungkin penting, termasuk membedakannya dari PMS dan tahu kapan waktu yang tepat untuk test pack.
Bagaimana caranya? Simak selengkapnya ulasan berikut.
Tanda awal kehamilan adalah perubahan fisik dan emosional yang terjadi karena tubuh mulai memproduksi dua hormon utama setelah pembuahan, meliputi:
Gejala yang muncul bisa sangat berbeda pada tiap orang. Ada yang merasakannya sejak hari-hari pertama, ada yang hampir tidak merasakan apa pun.
Setiap perempuan bisa merasakan gejala yang berbeda, tapi berikut adalah tanda-tanda yang paling sering muncul di minggu-minggu pertama kehamilan:
Telat haid adalah tanda kehamilan yang paling mudah dikenali, terutama bagi Anda yang memiliki siklus menstruasi teratur.
Ketika kehamilan terjadi, lapisan rahim tidak luruh karena sel telur yang sudah dibuahi menempel dan berkembang di sana.
Mual adalah salah satu ciri-ciri hamil muda yang paling sering dikeluhkan. Meski sering disebut morning sickness, gejala ini sebenarnya bisa muncul kapan saja sepanjang hari.
Jurnal Author Manuscript dari National Institutes of Health (NIH) mencatat angkanya mencapai 70–80% perempuan hamil.
Meski demikian, tidak semua perempuan yang hamil muda mengalaminya.
Perubahan pada payudara biasanya menjadi salah satu tanda kehamilan minggu pertama yang paling awal dirasakan.
Payudara terasa lebih penuh, berat, atau nyeri saat disentuh akibat lonjakan hormon progesteron dan estrogen.
Selain itu, area areola (lingkaran di sekitar puting) bisa mulai terlihat lebih gelap, dan ini adalah perubahan yang khas pada kehamilan dan tidak terjadi saat PMS.
Kelelahan di awal kehamilan sering terasa berbeda dari lelah biasa karena muncul bahkan saat aktivitas tidak berat.
Melansir jurnal Sleep Science yang diindeks NIH menemukan bahwa 94% perempuan hamil mengalami kelelahan, dengan trimester pertama sebagai periode yang paling berat.
Kondisi ini dipicu progesteron yang memperlambat metabolisme, dan umumnya berangsur membaik memasuki trimester kedua.
Frekuensi buang air kecil yang meningkat bisa menjadi salah satu gejala awal kehamilan.
Ini terjadi karena hormon kehamilan meningkatkan aliran darah ke ginjal sehingga produksi urine pun bertambah.
Seiring rahim yang membesar, kandung kemih juga akan semakin tertekan dan membuat dorongan buang air kecil semakin sering.
Perubahan suasana hati yang tiba-tiba, seperti mudah menangis, sensitif, atau cemas tanpa sebab jelas adalah respons normal terhadap fluktuasi hormon di fase awal kehamilan.
Perbedaannya dengan PMS, pada kehamilan perubahan mood cenderung berlangsung lebih lama dan tidak mereda setelah haid datang.
Kram ringan di perut bagian bawah bisa terjadi saat sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim, proses yang disebut implantasi.
Bersamaan dengan itu, sebagian perempuan mengalami flek berwarna merah muda atau cokelat muda dalam jumlah sangat sedikit.
Kepekaan terhadap bau yang meningkat tajam adalah tanda hamil muda yang cukup khas, di mana aroma yang sebelumnya terasa biasa bisa tiba-tiba terasa menyengat atau memicu mual.
Perubahan ini berkaitan dengan lonjakan hormon estrogen yang memengaruhi sistem penciuman.
Keinginan kuat terhadap makanan tertentu, atau sebaliknya tiba-tiba tidak tahan terhadap makanan yang biasanya disukai (food aversion) juga merupakan tanda awal kehamilan yang cukup umum.
Food aversion sering dipicu oleh sensitivitas bau yang meningkat dan menjadi pembeda khas dari ngidam saat PMS, karena kondisi ini jarang terjadi pada PMS.
Perut kembung di awal kehamilan terjadi karena progesteron memperlambat kerja sistem pencernaan sehingga gas lebih mudah tertahan. Gejala satu ini pun sering terasa mirip dengan kembung menjelang haid.
Kondisi ini biasanya muncul lebih awal dibanding tanda kehamilan lainnya dan bisa berlangsung sepanjang trimester pertama.
Suhu tubuh basal adalah suhu tubuh saat istirahat penuh, biasanya diukur di pagi hari sebelum beraktivitas.
Pada kehamilan, suhu tubuh basal cenderung tetap tinggi melewati masa yang seharusnya menjadi awal siklus menstruasi berikutnya, karena progesteron terus diproduksi.
Bagi Anda yang terbiasa memantau suhu tubuh basal sebagai metode KB atau program kehamilan, ini bisa menjadi indikator awal yang cukup informatif.
Sakit kepala ringan di fase awal kehamilan dipicu oleh lonjakan hormon yang terjadi secara cepat, terutama peningkatan volume darah yang membuat tekanan pada pembuluh darah berubah.
Jika sakit kepala terasa sangat berat atau disertai gangguan penglihatan, segera konsultasikan ke dokter.
Peningkatan keputihan berwarna putih susu dan tidak berbau adalah tanda awal kehamilan yang sering tidak disadari.
Kondisi ini terjadi karena kadar estrogen meningkat dan dinding vagina mulai menebal sejak hari-hari pertama setelah pembuahan.
Keputihan ini tergolong normal selama tidak disertai bau menyengat, rasa gatal, atau perubahan warna yang mencolok.
Sebagian tanda awal kehamilan bisa muncul bahkan sebelum Anda menyadari telah hamil. Berikut perkiraan waktu kemunculan untuk gejala yang paling umum:
Perbedaan waktu kemunculan antar orang disebabkan oleh variasi kadar hormon, sensitivitas tubuh, dan kondisi siklus masing-masing.
Oleh karena itu, tidak ada patokan yang berlaku sama untuk semua orang.
Yang perlu Anda ketahui, usia kehamilan secara medis dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT), bukan dari tanggal pembuahan.
Artinya, saat Anda baru menyadari telat haid dan sudah dinyatakan hamil 4 minggu, pembuahan sebenarnya baru terjadi sekitar 2 minggu sebelumnya.
Banyak gejala awal kehamilan terasa mirip dengan PMS karena keduanya melibatkan peningkatan hormon progesteron.
Bedanya, jika tidak terjadi pembuahan kadar progesteron akan turun dan haid datang, sedangkan saat hamil, kadar hormon ini terus meningkat dan memicu gejala yang lebih intens dan berlangsung lebih lama.
Untuk membantu Anda membedakannya, perhatikan tujuh gejala yang paling sering tumpang tindih antara keduanya:
| Gejala | PMS | Kehamilan |
|---|---|---|
| Nyeri payudara | Muncul beberapa hari sebelum haid, lalu mereda saat haid datang | Lebih intens, tidak mereda, disertai perubahan areola menjadi lebih gelap |
| Kram perut | Terasa kuat, berlangsung 1–2 hari sebelum haid, mereda saat haid keluar | Lebih ringan seperti cubitan kecil, bisa bertahan berminggu-minggu |
| Flek atau bercak darah | Flek cokelat tua muncul 1–2 hari sebelum haid, diikuti perdarahan penuh | Bercak merah muda atau cokelat muda akibat implantasi, tidak berkembang menjadi perdarahan penuh |
| Perubahan mood | Ada, biasanya mereda setelah haid datang | Ada, cenderung berlangsung lebih lama |
| Nafsu makan atau ngidam | Ngidam makanan tertentu bisa terjadi | Ngidam disertai food aversion, tiba-tiba tidak tahan aroma makanan yang biasanya disukai |
| Kelelahan | Ada, biasanya cenderung lebih ringan | Lebih ekstrem, bisa berlangsung sepanjang trimester pertama |
| Telat haid | Tidak terjadi | Terjadi jika kehamilan berlangsung |
Perbedaan di atas bisa menjadi acuan, tapi tidak bisa dijadikan diagnosis. Cara paling akurat untuk memastikan apakah Anda hamil atau sedang PMS tetap melalui test pack dan pemeriksaan medis.
Jika Anda mulai merasakan beberapa gejala di atas, ada beberapa langkah praktis yang bisa segera dilakukan:
Segera konsultasi dengan dokter jika Anda mengalami:
Masih ada pertanyaan seputar tanda awal kehamilan atau kondisi kandungan Anda? Jangan ragu berkonsultasi dengan dr. Arie Polim, Sp.OG. di sini.