

Pada fase awal kehamilan, selain rasa senang banyak ibu merasa khawatir akan perkembangan janinnya. Hal ini merupakan sesuatu yang wajar karena fase awal kehamilan seringkali disebut sebagai masa yang rentan dan terasa berat bagi sebagian besar ibu hamil. Tubuh mengalami perubahan baik secara fisik maupun hormonal. Para ibu memerlukan masa adaptasi untuk menyesuaikan kondisi fisik dengan kesibukan, gaya hidup, pola kerja, dan aktivitas yang biasa dilalui sebelum hamil. Belum lagi dengan perubahan suasana hati. Selain itu beberapa kondisi seperti morning sickness sering terjadi. Perasaan mual dan ingin muntah membuat para ibu sulit menerima asupan makanan.
Sementara di lain sisi, ibu membutuhkan makanan untuk proses tumbuh kembang janin. Hal ini dikarenakan proses perkembangan anak dimulai sejak trimester pertama di dalam kandungan. Lalu, dalam kondisi sulit tersebut apa yang harus dilakukan para ibu agar si kecil terjaga dan terawat sejak fase awal kehamilan? Ada dua hal yang dapat ibu lakukan yaitu olah raga atau melakukan aktivitas fisik ringan serta memenuhi asupan nutrisi seimbang.
Aktivitas fisik ringan ternyata dapat membantu tubuh ibu hamil merasa lebih baik. Selain dapat menjaga stamina ibu hamil, olah raga ringan juga dapat membantu menjaga pertambahan berat badan agar tetap seimbang, mempersiapkan fisik ibu untuk menopang beban bayi yang semakin lama akan bertambah, serta memperbaiki mood. Pada fase awal kehamilan ibu hamil dapat melakukan olah raga ringan seperti gerakan-gerakan yoga yang santai dengan tingkat kesulitan yang rendah. Hindari gerakan-gerakan yang menekan atau melipat bagian perut, gerakan yang terlalu banyak membebani tulang punggung, atau headstand. Olah raga seperti Bikram dan Swing Yoga tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Selain gerakan senam atau yoga ringan, jalan santai juga dapat menjadi bentuk olah raga yang baik.
Beberapa hal yang perlu diingat, saat melakukan olah raga ringan ibu harus mengukur kekuatan sendiri. Berhentilah jika ibu merasa sudah lelah. Jangan lupa untuk menjaga asupan air minum selama berolah raga. Namun, jika sebelum kehamilan ibu tidak aktif berolah raga, maka ibu harus terlebih dahulu berkonsultasi pada dokter mengenai jenis olah raga apa yang tepat untuknya. Saat pertama kali berolahraga sebaiknya ibu hamil ditemani oleh instruktur agar gerakan-gerakannya sesuai dan tidak membahayakan kehamilan.
Sindrom morning sickness seringkali juga dialami ibu hamil. Namun para ibu perlu tetap menjaga asupan nutrisi yang seimbang. Asupan nutrisi yang baik dan pola makan sehat akan membantu menjaga kesehatan ibu selama hamil. Selain itu juga memberi dampak positif pada perkembangan janin dalam kandungan. Jangan hanya sekedar cukup makan, tetapi harus cukup nutrisi. Ibu hamil memerlukan kalsium sebagai mineral pembentuk tulang dan gigi bayi di dalam kandungan. Mineral tersebut akan diambil oleh bayi dari tubuh ibu, oleh karenanya ibu hamil perlu setidaknya 1.000 miligram kalsium dalam sehari. Kalsium dapat diperoleh dari makanan-makanan seperti susu, yogurt, keju dengan fermentasi sempurna dan dibuat dari susu hasil pasteurisasi, ikan sardin dan salmon, kale, dan sawi. Ibu hamil juga memerlukan asupan zat besi yang cukup untuk mengurangi rasa lelah dan memperkecil risiko infeksi. Zat besi juga akan mendorong pembentukkan sel darah merah yang berfungsi sebagai penghantar oksigen kepada bayi.