

Pra eklampsia atau juga dikenal dengantoxemia, adalah kondisi dimana kehamilandisertai dengan naiknya tekanan darah meski tanpa adanya riwayat tekanan darah tinggi sebelumnya. Gejala umum pra eklampsia adalah tekanan darah naik secara signifikan semasa kehamilan, ditemukannya protein di dalam urin, pusing kepala, iritasi, berkurangnya urin, nyeri perut, pandangan kabur, bengkak dan nyeri pada beberapa bagian tubuh seperti wajah, tangan dan kaki akibat penumpukan cairan.
Belum diketahui secara pasti pre eklampsia. Namun, penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School dan Beth Israel Deaconess Medical Center tahun 2003 lalu menunjukkan bahwa risiko yang dihadapi ibu hamiluntuk menderita praeklampsia adalah sebanyak 5-8 persen.Meski angka risiko ini terbilang rendah, namun pra eklampsia merupakan penyebab utama kematian ibu saatmelahirkan, terutama di negara-negara berkembang. Kriteria ibu hamil yang berisiko tinggi menderita komplikasi ini antara lain kehamilanlebihdari satu janin (multiple pregnancy), hamildi usia remaja, hamildiusia lebih dari 40 tahun, serta adanya riwayat terkena darah tinggi, diabetesataupun penyakit ginjal, baik pada ibu hamil maupun kerabat dekat.
Perawatan yang dilakukanterhadap penderita praeklampsia tergantung pada kondisi ibu hamil. Ada yang perlu mendapat perawatan intensif di rumah sakit, ada juga yang cukup dengan bedrestdi rumah. Yang pasti, pengobatan untuk menurunkan tekanan darah serta pengawasan terhadap kondisi calon mama dan janin perlu dilakukan terus menerus.
Penderita pra eklampsia umumnya disarankan melahirkan dengan operasi Caesar untuk menghindari komplikasi lebih lanjut.