

Hipertensi atau tekanan darah tinggi saat hamil sangat berbahaya bagi kehamilan dan si ibu hamil itu sendiri. Hipertensi atau tekanan darah tinggi terjadi ketika darah yang dipompakan oleh jantung mengalami peningkatan tekanan, hingga hal ini dapat merusak dinding arteri pada pembuluh darah. Sistem kardiovaskuler selama kehamilan harus memenuhi kebutuhan yang meningkat antara ibu dan janin.
Jumlah darah yang dipompa oleh jantung selama kehamilan mengalami peningkatan sekitar 40% dan terjadi pada trimsester pertama dan keduadan kedua. Peningkatan tersebut memungkinkan darah mengalir melalui sirkulasi tambahan yang terbentuk di uterus yang membesar dan dinding plasenta untuk memenuhi kebutuhan tambahan pada organ lainnya di tubuh ibu hamil. Selama kehamilan terjadi peningkatan volume plasma darah hingga 50% dan jumlah sel darah meningkat hingga 18%. Peningkatan volume plasma, sel darah, dan protein dalam darah ini juga menyebabkan pembengkaann pada tangan dan kaki ibu hamil (oedema) karena meningkatnya jumlah cairan dalam tubuh.
Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika tekanan darahnya di atas 140/90 mmHG (berarti 140 mmHg tekanan sistolik dan 90 mmHg tekanan diastolik). Hipertensi pada kehamilan banyak terjadi pada ibu hamil berusia di bawah 20 tahun atau di atas 40, kehamilan dengan bayi kembar, atau terjadi pada kehamilan pertama.
Ada dua penyebab hipertensi, yaitu Hipertensi essensial atau hipertensi primer dan Hipertensi sekunder. Hipertensi primer bukan disebabkan oleh gangguan pada jantung atau ginjal, melainkan oleh faktor lain seperti pola hidup yang tidak sehat; stress, mengkonsumsi garam yang berlebih, merokok, kebiasaan minuman beralkohol dan kafein, pola makan yang tidak sehat yang mengakibatkan timbunan lemak dan kelebihan berat badan serta karena faktor keturunan.
Sedangkan hipertensi sekunder adalah hipertensi yang disebabkan oleh adanya gangguan ginjal atau jantung.
Hipertensi pada kehamilan bisa menyebabkan terjadinya pre-eklampsia atau keracunan kehamilan.Pre-eklampsia memang timbul dengan tanda-tanda hipertensi, karena kehamilan. Hipertensi yang menyebabkan pre-eklampsia adalah bila kenaikan tekananan sistolik sebesar 30 mm Hg atau mencapai 140 mm Hg (isteri anda 145), dan kenaikan tekanan diastolik sebesar 15 mm Hg atau mecapai 90 mm Hg (isteri anda 89).
Pola hidup sehat akan membuat ibu hamil terhindar dari hipertensi selama kehamilan. Hindari minuman beralkohol, rokok, hindari stress, kurangi garam dan makanan berlemak, serta olahraga teratur. Lakukan pemeriksaan rutin kehamilan dan ikuti semua yang disarankan oleh dokter.