

Diabetes merupakan penyakit yang merenggut banyak jiwa tanpa diketahui gejalanya. Secara umum, berdasarkan kondisi riil, perempuan menjadi garda terdepan pencegahan diabetes bagi keluarga. Selain umumnya ibu menjadi penentu pola makan keluarga, wanita hamil yang mengalami diabetes berpotensi menurunkan penyakit tersebut pada anaknya.Seorang anak yang lahir dari ibu dengan diabetes gestasional berisiko besar menderita diabetes saat dewasa. Diabetes gestasional merupakan kondisi kadar gula darah tinggi yang terjadi pada wanita hamil.
Ibu hamil memang berisiko tinggi mengalami diabetes. Kenali gejalanya sedini mungkin agar dapat diatasi dengan tepat dan tidak meninggalkan risiko pada janin.
Diabetes dapat didiagnosis dengan 2 pemeriksaan, yaitu gula darah puasa dan gula darah sewaktu (2 jam setelah makan). Batasan gula darah puasa 100 mg/dl, dan batasan gula darah sewaktu 140 mg/dl. Lebih dari itu digolongkan diabetes.Komplikasi ini bisa mempengaruhi setidaknya 4 persen dari total jumlah ibu hamil
Penyebabkomplikasi ini tidak diketahui secara spesifik. Namun ada indikasi yangmenunjukkan bahwa hormon yang diproduksi selama kehamilan meningkatkan resistensi ibu hamil terhadap insulin (insuline resistance), sehingga tubuh ibu hamil tidak dapat memproses insulin seperti seharusnya.
Risiko bagi janin dengan calon mama yang menderita DG adalah bayi lahir dengan berat lebih dibanding bayi pada umumnya. Karena gula darah yang ada pada mama akan tersalurkan pada bayi, maka bayi pun cenderung memiliki kadar gula darah tinggi dan setelah lahir berisiko untuk menjadi penderita diabetes. Umumnya, kadar gula darah mama yang menderita DG akan menurun beberapa waktu setelah melahirkan. Namun ada pula kasus dimana kadar gula darah mama tetap tinggi sehingga mama tetap tinggi sehingga mama menderita Diabetes Melitus (DM).
Diabetes bisa berpengaruh terhadap janin. Karena itu waspadai jika Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini.
Segera konsultasikan pada dokter bila ibu hamil mengalami gejala tersebut.