Perdarahan merupakan gangguan kehamilan yang pasti membuat ibu cemas. Khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada janin. Perdarahan saat hamil adalah perdarahan vagina yang abnormal atau bukan bagian dari menstruasi. Perdarahan atau hemorrhage ini merupakan penyebab umum kematian ibu hamil di Amerika.
Biasanya, perdarahan vagina merupakan hal yang umum pada kehamilan trimester pertama dan mempengaruhi 20-30 persen dari total kehamilan yang ada. Namun hal ini tetap perlu diwaspadai. Karena ada kalanya perdarahan pada trimester pertama kehamilanmerupakan tanda komplikasi serius seperti perkembangan janin yang tidak normal, gugurnya janin dalam kandungan (abortus) hingga kehamilan molar (kehamilan dimana yang berkembang bukanlah janin tetapi jaringan tertentu yang dapat berkembang menjadi kanker).
Perdarahan memang bisa terjadi kapan pun sepanjang kehamilan. Pada kehamilan trimester pertama ada empat jenis perdarahan yang bisa terjadi:
- Abortus iminiens yaituperdarahan pada rahim yang akan menyebabkan keluarnya sedikit darah, namun embrio utuh dan aman.
- Abortus insipiens yaituperdarahan yang lebih banyak diikuti rasa mulas, embrio masih utuh tapi sudah terjadi pembukaan rahim.
- Abortus inkomplet yaituperdarahan yang sangat banyak dan dapat menimbulkan syok. Sudah terjadi pengeluaran embrio meski masih ada sisa yang tertinggal di rahim.
- Hamil ektopikatauhamil di luar kandungan, 95% kasusnya berupa calon janin menempel di saluran telur (tuba falopi). Jika terjadi, tindakan yang harus dilakukan adalah operasi untuk mengeluarkan janin dan mengangkat saluran telur yang robek.
Pada kehamilan trimester 2 dan 3, perdarahan bisa terjadi akibat:
- Plasenta di bawah (plasenta previa), di mana kondisi posisi plasenta menutupi jalan lahir. Gejalanya, perdarahan tanpa disertai nyeri.
- Plasenta lepas (solutio plasenta), di mana pelekatan plasenta robek sebagian atau lepas. Gejalanya, perdarahan berupa bercak darah warna merah gelap.
Belum ada pencegahan yang efektif untuk kondisi perdarahan saat hamil. Namun jika ini dialami ibu hamil, atasi dengan:
- Berbaringdengan posisi kaki lebih tinggi dari bahu.
- Beristirahatsampai perdarahan berkurang.
- Hentikan aktivitas fisik yang cukup berat, seperti mengangkat beban.
- Hubungi dokterbila darah keluar cukup banyak, untuk segera mendapat penanganan tepat.