

Emosi ibu hamil memang mudah berubah. Banyak ibu hamil yang mendadak merasakan bahagia, tapi tiba-tiba pula menangis tanpa sebab yang jelas. Hal yang normal apabila calon ibu mengalami mood swing, emosi dan suasana hati yang naik-turun secara fluktuatif. Sebagian besaribuhamil mengalaminya, hanya saja ada yang ringan, dan ada yang ekstrim. Penyebab secara internal, perubahan tubuh dan hormonal ibu hamil di samping faktor psikologis.
Meskipun mood swing adalah hal umum bagi sebagian besar ibu hamil, namun 1 dari 10 ibu hamil yang mengalaminya, dapat mengalami fluktuasi ekstrim dan mengalami masalah yang signifikan, demikian ungkap sebuah majalah Australia. Selain perubahan hormon, mood swing adalah perubahan psikologis yang umum dialami sebagian besar ibu hamil. Anda dan pasangan memang tak perlu membesar-besarkan masalah ini, namun fenomena ini tak boleh diabaikan.
Berubahnya hormon tersebut mengubah neurotransmitter, suatu saraf yang memberikan sinyal ke otak untuk mengatur mood Anda. Meskipun calon ibu tak menyadari adanya perubahan emosi yang fluktuatif bahkan ketika telah terakumulasi menjadi depresi, setiap ayah dan ibu harus menerima kenyataan bahwa perubahan yang dialami ibu hamil, tak hanya sebatas perubahan fisik. Masa trimester pertama, saat perubahan besar-besaran, calon ibu mengalami morning sickness disertai mood swing yang cukup menyolok. Memasuki trimester kedua, calon ibu biasanya sudah mulai beradaptasi. Tapi, memasuki trimester tiga,sekitar usia kehamilan 7 – 8 bulan, mood swing hebat bisa menghinggapi calon ibulagi.
Kehamilan, dengan ataupun tanpa rencana akan memberikan efek stres ke dalam kehidupan Anda yang berhubungan dengan status emosional Anda. Stres tentang hubungan, uang, dan kekhawatiran akan menjadi orangtua seperti apa Anda nanti, memicu perubahan mood secara cepat. Bicarakan semua kecemasan yang Anda rasakan pada pasangan atau bila perlu, konsultasikan pada dokter atau psikolog untuk menghindari kecemasan yang berlebihan