

Mual dan muntah adalah gejala wajar kehamilan, yang biasa disebut morning sickness. Namun, bisa jadi seorang ibu mengalaminya secara berlebihan, yang disebut hiperemesis gravidarumyang dapat membuat janin kekurangan gizi.Hiperemesis gravidarum adalah istilah untuk muntah berlebihan pada kehamilan. Kondisi ini biasanya terjadi pada trimester pertama sebagai akibat hormon kehamilan. Saat muntah, cairan dan garam tubuh terbuang dan terjadi proses “pembongkaran” cadangan lemak. Karena itu, pasien perlu dirawat guna memulihkan metabolismenya.
Selain karena Kadar hormon HCG dan esterogen yang meningkat drastis pada trimester pertama dan memicu bagian otak yang mengontrol mual dan muntah serta saluran cerna yang terdesak oleh pertumbuhan janin yang mengakibatkan terjadinya refluks asam (keluarnya asam dari lambung ke tenggorokan) dan lambung bekerja lebih lambat menyerap makanan, sehingga menyebabkanmual dan muntah,morning sickness juga terjadi karena calon janin mengeluarkan hormon Beta HCG (Human Chorionic Hormon) yang menimbulkan, antara lain, rasa mual yang munculnya di pagi hari.
Hal ini disebabkan karena sepanjang malam ibu hamil kurang minum, sehingga tidak buang air kecil. Akibatnya, Beta HCG dalam darah tidak terbuang dan meningkat jumlahnya. Inilah yang menimbulkanrasa mual.Puncak mual biasa terjadi di minggu ke-13 usia kehamilan. Pada ibu bekerja, morning sickness bisa terjadi pada sore hari, karena sepanjang pagi hingga siang ibuhamil beraktivitas dan di sore hari kurang minum. Tetapi umumnya ibu bekerja punya motivasi kuat untuk sehat, sehinggamorning sickness yang dideritatidak terlalu parah.